Postingan

CERPEN (Dokter Kolong Jembatan)

Gambar
Aisyah Savira Pratiwi namanya, seorang dokter yang menitih karirnya dari nol. Dulunya ia tinggal di sebuah pemukiman kumuh, tepatnya di salah satu kolong jembatan di DKI Jakarta bersama ayah, ibu, dan adik laki-lakinya yang bernama Dika. Ketika semua temannya asyik bercanda dan bermain sepulang sekolah, justru Aisyah  harus membantu pekerjaan orang tuanya dengan menjual gorengan. Dengan semangat ia melangkahkan kaki kecilnya menawarkan dagangannya kepada semua orang yang ia temui. “ Gorengan, gorengan…” “ Gorengannya pak, buk…”. Begitulah kurang lebih kalimat yang sering diteriakkan Aisyah ketika menawarkan dagangannya. Aisyah mulai menjual gorengan sejak ia kelas 5 SD. Tidak jarang Aisyah pun mendapat ledekan bahkan hujatan dari teman-temannya ketika menjual gorengan, namun ia tidak pernah tersinggung ataupun malu sebagai seorang penjual gorengan. “Kenapa harus malu aku menjua. gorengan untuk membantu orang tuaku, lagi pula ini pekerjaan yang halal.” Begitulah tekad Aisya...

Ketika Hujatan Menjadikanmu Kuat

Gambar
Pernah tidak kamu dibully, dihujat, ataupun dihina?Sedih,marah, dan jengkel pati kamu rasakan. Ataupun sempat putus asa menghadapi semua itu. Namun, hanya diam dan menangis yang bisa kamu lakukan, karena rasa takut yang membuatmu tidak bisa melawan seorang bullying. Tenang kawan, semua itu pasti ada hikmah dan pelajarannya bagi kita kok :) itu bukan akhir dari segalanya. Belum tentu orang yang menghujat atau membully kita itu lebih baik dari kita. Ada beberapa hikmah atau pembelajaran juika kita menjadi seorang korban bully. Pembelajaran tersebut diantaranya : 1. Kamu punya alasan untuk menjadi sukses. Sukses memang awalnya berdasar pada kerja keras, keuletan dan sebagai salah satu cara untuk membanggakan orang tua kita. Namun bagi kalian yang pernah menjadi korban  bully  yang secara manusiawi pasti pernah merasakan rasa sakit hati dan dendam terhadap mereka yang mem- bully  dapat dijadikan alasan untuk harus menjadi lebih baik dari mereka...